Medan – Opungnews : Bak pepatah tak kenal, maka tak sayang.Ternyata setelah kenal selalu terbayang-bayang
Pepatah itu mungkin dialami Setyanto Hermawan, putra Semarang itu tentang kota Medan.
“Saya sedikitpun tidak terpikirkan dan berniat menjadi Ketua Pengadilan Negeri Kelas I A Khusus Medan, ” kata Setyanto Hermawan didampingi Humas PN Medan Immanuel Tarigan dan Sonny kepada sejumlah wartawan, Selasa malam(26/4)
“Kalau boleh memilih saya lebih senang jika ditunjuk menjadi Ketua PN Semarang karena di kota itu saya dilahirkan dan dibesarkan,” ujar pria ganteng berkumis itu
Tapi pimpinan tempat dia bekerja malah menunjuk Setyanto Hermawan menjadi Ketua Pengadilan Negeri Medan menggantikan Andreas P Setyadi yang hanya menjabat 3 bulan saja.
“Alhamdulillah setelah menjabat 1 bulan 10 hari menjadi Ketua PN Medan ternyata kota Medan ini bikin berat badan saya naik 3 kg, ” ujar alumnus Fakultas Hukum UNTAG Semarang itu.
” Habis kulinernya gak ada tandingannya. Lezat dan bikin selera, ” ujar Setyanto sambil menyantap kepala ikan masakan khas Minang.
Ternyata kuliner inilah membuat Setyanto mantan Wakil Ketua PN Jakarta Barat ini semakin betah tinggal di Kota Medan yang berpenduduk 2 juta lebih itu.”Tugas yang semula berat sekarang sudah mulai terasa ringan, ” jelasnya.
Perkara rumit
Menurut Setyanto, jumlah perkara yang masuk ke PN Medan cukup banyak, rumit dan jelimet.
Namun semua perkara tersebut bisa diselesaikan secara baik oleh hakim selaku pembantunya.
“Umumnya para hakim PN Medan adalah hakim senior dan sudah pernah menjadi Ketua PN di daerah. Jadi mereka sudah tahu bagaimana cara menyelesaikan perkara rumit tersebut, ” ujar Setyanto Hermawan.
Selain itu, Setyanto berharap pers dapat memberi masukan agar kinerja aparat PN Medan bisa lebih maksimal dalam penegakan hukum
“Saya butuh kritik dan saran dari media agar kerja hakim bisa lebih maksimal, ” ujar Setyanto. (pung)






